gagal bukan berarti tidak berhasil dan berhasilpun bukan karena takdir
.namun, sukses dan gagal itu adalah sebuah pilihan , jadi tinggal kita
yang memilihnya nau gagal atau mau berhasil itu bisa dilihat dari segi
usaha yang kita lakukan. .
Sejarah telah menunjukkan bahwa
pemenang-pemenang yang terkenal biasanya menemui
hambatan yang menyakitkan sebelum mereka berhasil.
Kegagalan itu untuk diterima dan diakui, tidak perlu mencari kambing
hitam untuk
disalahkan sebagai penyebab kegagalan. Masa lalu, situasi, lingkungan
atau orang
tua bukanlah faktor penyebab kegagalan. Kita sendirilah yang bertanggung
jawab
atas setiap kegagalan yang terjadi.
Menyalahkan situasi atau orang lain
hanyalah
usaha untuk melarikan diri dari kenyataan. Langkah yang paling bijak
adalah
menerimanya sebagai kenyataan. Kalau kita telah melakukan kesalahan yang
menyebabkan
kegagalan, akuilah. Hanya dengan mengakui dan menerimanya, beban akibat
kegagalan
akan terasa lebih ringan dan kita akan segera siap untuk meninggalkan
kegagalan.
Kegagalan itu manusiawi dan alami
Berapa kali manusia mengalami kegagalan ketika hendak meraih apa yang
diinginkannya?
Ada banyak contoh di sekitar kita yang menunjukkan bahwa kegagalan itu
manusiawi dan
alami. Jadi, jika sebagai manusia kita mengalami kegagalan, maka itu
adalah hal
yang manusiawi, hal yang biasa. Tidak ada yang aneh, tidak ada yang
memalukan dan
tidak ada yang menakutkan.
Kegagalan itu tidak ada hubungannya dengan harga diri
Kalau Anda bereaksi negatif terhadap kegagalan, kegagalan itu akan
terasa menyakitkan.
Ada orang yang menjadi malu, kecewa, sedih dan frustasi ketika mengalami
kegagalan.
Padahal kegagalan dan harga diri adalah dua hal yang terpisah.
Anda
tetap seorang
pribadi yang punya harga diri, meskipun Anda mengalami kegagalan.Tidak
ada yang menilai
Anda rendah karena gagal. Anda sendirilah yang mengatakan pada diri
sendiri. Orang-orang
besar yang namanya mengukir sejarah, atlet-atlet profesional,
bintang-bintang populer
mungkin tidak akan menjadi besar dan terkenal bila mereka selalu
menghubungkan kegagalan
mereka dengan harga dirinya.
Kegagalan itu bukan alasan untuk berhenti
Ketika mengalami kegagalan bersikaplah persis seperti yang Anda lakukan
ketika masih bayi.
Berapa hari Anda menangisi kejatuhan Anda ketika sedang belajar
berjalan? Tidak! Yang dulu
Anda lakukan adalah bangun dan mencoba berjalan lagi hingga akhirnya
Anda tidak hanya bisa
berjalan,
tapi juga berlari! Berapa jam Anda menghukum diri sendiri
ketika tidak berhasil
mengucapkan satu atau dua kata yang ingin Anda katakan?
Meski ngawur dan
tidak jelas lafalnya,
Anda terus mencoba sampai akhirnya Anda menguasai beribu-ribu kata.
Jadi, tidak ada pilihan
yang lebih baik kecuali melanjutkan usaha, perjuangan atau apapun yang
ingin Anda raih.
Kegagalan adalah sukses yang tertunda
Sejarah telah dan akan terus membuktikan bahwa orang-orang besar yang
sukses pernah mengalami
kegagalan,
bukan satu atau dua kali, bahkan ada yang berpuluh-puluh kali
dan beratus-ratus kali. Thomas Alfa Edison mengalami banyak kegagalan
sebelum menemukan bola listrik.
Walt Disney pernah dipecat oleh seorang
redaktur surat kabar dan beberapa kali bangkrut sebelum pada akhirnya
dia berhasil membangun Disneys Land. Itu hanya dua dari beribu-ribu
contoh yang menunjukkan bahwa kegagalan adalah sukses yang tertunda.
Kegagalan itu pelajaran yang sangat berharga
Konon keledai yang terkenal dungu itu tidak pernah jatuh dua kali ke
dalam lubang yang sama.
Apalagi manusia yang dikaruniai kemampuan untuk belajar. Kita bisa
menarik pelajaran dari
setiap kegagalan yang kita alami.
Petinju yang kalah KO bisa belajar
lebih banyak mengenai
peta kekuatan dan kelemahan lawannya. Setiap kali mengalami kegagalan,
pastikan Anda mendapat
pelajaran berharga dan pastikan usaha berikutnya lebih bermutu dan bisa lebih hebat lagi . .
tetaplah semangat kawand . .
ruslay :))


Tidak ada komentar:
Posting Komentar