kenapa ujian itu selalu datang ???
“Andaikata saya diminta untuk menyampaikan apa yang saya
anggap sekelumit nasihat yang paling bermanfaat bagi seluruh umat
manusia, nasihat itu kiranya adalah: Harapkanlah kesulitan sebagai
bagian hidup yang tak terelakkan dan bila kesulitan itu datang,
tegakkanlah kepala Anda tinggi-tinggi, pandanglah kesulitan itu langsung
ke matanya dan katakanlah, “Saya akan lebih besar daripada kamu. Kamu
tak mungkin mengalahkan aku.” – Ann Landers -
Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di
hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang
hina.
Roberto Salazar, bocah 6 tahun, jarang menangis. Ia menderita
penyakit langka yaitu Hereditary Sensory and Autonomic Nauropathy,
sebuah penyakit yang membuatnya tidak bisa merasakan sakit. Pernah suatu
hari ia menggigit lidahnya sendiri sampai hampir putus. Orang tuanya
panik, tetapi ia tenang saja. Suatu hari, Roberto terjatuh. Kakinya
terluka, tetapi ia tidak menjerit minta tolong. Ia bangun dan berjalan
lagi dengan luka menganga. Kondisi ini sangat berbahaya, terlebih jika
tubuhnya terbakar atau terpotong sesuatu tanpa disadarinya. Rasa sakit
memang tidak enak, tetapi perlu untuk menyadarkan kita jika ada sesuatu
yang tidak beres.
* * *
Terkadang kita perlu merasakan sakit dan ujian bahkan jatuh hingga
titik nol untuk menemukan nilai hidup itu sendiri. Billi PS. Lim dalam
bukunya Dare to Fail mengatakan bahwa banyak orang menerjemahkan ujian
hidup dan penderitaan sebagai suatu bagian dari kegagalan
Itulah sebabnya ia mengatakan, “No failure only success delayed – tidak
ada kegagalan, melainkan hanya sukses yang tertunda.” Senada dengan hal
tersebut Socrates juga pernah berkata, “Hidup yang tidak teruji adalah
hidup yang tidak layak untuk dihidupi.”
Apa masalah yang kita hadapi saat ini? Keluarga yang tidak harmonis? Anak yang susah diatur?
uang
yang selalu tidak cukup di tengah-tengah kenaikan biaya hidup yang
semakin tinggi? Atau, karier yang tidak berjalan mulus? Sepertinya kita
perlu merenungkan sejenak bahwa matahari memang tidak selamanya bersinar
cerah. Bukankah Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa kita akan selalu
berjalan di padang rumput yang hijau? Kadang, Dia sengaja membawa kita
pada lembah kekelaman agar kita dapat lebih tenang duduk di bawah
kaki-Nya dan mendengar suara-Nya yang selama ini nyaris tak terdengar
karena termakan kesibukan kita. Itulah sebabnya seorang bijak pernah
mengajarkan bahwa ketika ujian hidup datang dan “rasa sakit” mendera,
jangan berdoa kepada Tuhan agar ujian itu segera berlalu melainkan
meminta kekuatan untuk menghadapinya. Setiap kali sesuatu membuat kita
sedih atau murung, biarkanlah saat-saat sedih itu menjadi saat-saat
belajar.
Jika kita bersedia melihatnya dalam sudut pandang baru,
saat-saat tersebut sebenarnya adalah saat-saat terbaik untuk tumbuh
lebih kuat secara emosional dan lebih dalam secara rohani. Sepertinya
begitulah cara Tuhan bekerja: kita terpukul, kita bangkit kembali,
menjadi lebih baik dan lebih kuat daripada sebelumnya, dan mendapat
anugerah-anugerah yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
salam kenal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar